BUPATI MAYBRAT SEGERA PULANGKAN TRANSMIGRASI DARI KABUPATEN MAYBRAT

13254052_1870482126512629_8724194526371070175_n

Ippmas News,15 April 2016,(IPPMAS) MENDUKUNG DAN MENOLAK KELAPA SAWIT DI AIFAT TIMUR RAYA KAB.MAYBRAT -PAPUA BARAT.

KEPALA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN MAYBRAT, SEGERA PULANGKAN KELOMPOK TRANSMIGARASI LOKAL YANG DITEMPATKAN DI WILAYAH AIFAT TIMUR SUARA MAHASISWA

–Mahasiswa Aifat TimurRaya Se-Kota Studi di Indonesia dengan tegas, Menolak Program Dinas Tenaga Kerjadan Transmigrasi Kabupaten Maybrat, terkait Penerimaan dan Penempatan Penduduk Transmigrasi Lokal di Wilayah Aifat Timur Raya.

Berdasarkan berita yang kami himpun lewattelepon selulerdari Masyarakat Aifat Timur bahwa program trans lokal yang di datangkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah berada di tempat dengan jumlah berkisar 150 KK, penduduk trans tersebut berasal dari wilayah yang berbeda, yang pada saat sekarang berada diKampung Aitrem, Kamis (14/04/16).
Mereka menganggap, program transmigrasi yang diikuti dengan pembangunan fasilitas 150 unit rumah transmigran, sebagai bentuk ketidak adilan yang dilakukan kepada mereka masyarakat pribumi Aifat Timur.Sehingga kami Mahasiswa dengan tegas menolak dan memerintahkan untuk segera di pulangkan penduduk trans lokal tersebut, karena dengan mempertimbangkan hal-hal Negatif lain yang akan muncul di kalangan mayarakat Pribumi Aifat Timur nantinya.“Transmigrasi adalah militerisme, dimana perekonomian akan dipegang oleh pendatang dan kami orang Papua secara umum dan secara khusus Masyarakat Aifat Timur semakin minoritas,” untuk itu kami menegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi segera bertanggungjawab untuk pulangkan penduduk trans lokal tersebut kebali pada tempat asal mereka; karena dengan kehadiran penduduk transmigrasi akan berdampak di segala aspek.

Dalam aspek politik akan menjadikan pro kontra dalam realisasi Otsus di masyarakat. Sedangkan pada aspek hukum akan menimbulkan hukum nasional dan hukuminternasional di tanah Papua secara khusus Kabupaten Maybrat.“UU No 21 tentang Otsus dan UU 27 tentang pengolahan sumber daya alam harus dilihat,” Dalam aspek ekonomi akan ada kecemburuan antar orang Papua secara khusus MasyarakatAifat Timur dengan pendatang, lihat saja saat ini di Kota Sorong orang Papua hanya bisa jual Sayur satu ikat dan pinang satu tempat, bahkan hampir memiliki hak atas semua tanah adat di Kota/Kabupaten Sorong; hal terebut menunjukkan elektabilitas Pemerintah Daerah dalam memperketat aturan dalam demensi umum dan khusus, hal tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah tidak enggan mementingkan hak masyarakat Asli Papua, yang termasuk dalam dimensi Khusus.

Dampak Negatif adanya kehadiran Transmigrasi1.Berkurangnya areal hutan untuk lahan permukiman di penuhi oleh penduduk transmigrasi2.Tergagnggunya habitat hewan liar di daerah tujuan transmigrasi3.Pada beberapa kasus dengan pelaksanaan transmigrasi terkadang menimbulkan kecemburuan soial antara penduduk asli (Pribumi) dengan para pendatang (Transmigrasi).

-konflik-sengketa-tanah-transmigran-di-distrik-nimbokrang-dan-distrik-namblong“Kami Mahasiswa Aifat Timur Kuliah dengan mengharapkan Hasil hutan kami yang di kelola oleh Orang Tua, untuk membiayayai perkuliahan kami, bagaimana jika hutan kami di kuasai penduduk Foto Copy oleh Pemerintah. Kami saja sudah mengharapkan biaya orang tua dari hasil garapan huta itu, lalu bagaimana adik-adik kami Aifat Timur yang berikutnya mau mendapatkan hasil hutan dari mana yang membiayayai hidup mereka. Coba Bapak lihat kedaan Masyarakat yang tinggal Kampung-kampung di pojok-pojok wilayah Kabupaten Maybrat sana, seperti; Kampung Warmu, Ainesra, Frameneway, Tafrubu,dll; kadang kami Mahasiswa meneteskan air mata dengan melihat kehidupan masyarakat kami seperti itu.

“Kalau ada transmigrasi, kami dan masyarakat ini mau ditaruh dimana”, sekarang Masyarakat hidup sudah suah, kamiorang Aifat Timur bukan mala kerja, bukan bodoh, namun tidak ada orang pemerintahan yang mampu berkreatif untuk mengembangkan potensi masyarakat melalui program kemandirian dengan landasan kekayaan alam yang ada di wilayah tersebut.

Emiliano Kejora Yumte