Berbeda Pendapat Bukan Berarti Lawan Tetapi Kawan Berpikir”

Di Sorong Raya ini ada banyak orang yang sensitifitasnya tinggi. Ketika kita mengomentari kinerja Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat dan lain-lain, Sekali kita menulis opini/ mungkin status facebok, saat kita jumpa secara fisik mereka cenderung apatis, paranoid bahkan sedikit sensi kepada kita. Tidak melihat kita sebagai orang-orang yang perlu di ajak diskusi biar produktif. Institusi publik secara teori harus diawasi oleh rakyat dengan metode yang berbeda-beda.
Secara teori bernegara ada yang namanya social consensus (kesepakatan sosial) masyarakat bahwa kedaulatan tertinggi negara berada ditangan rakyat, dan rakyat menyerahkanya kepada negara melalui udang-undang untuk menjalankanya. Tidak serta merta rakyat tidak ikut mengawasi jalanya penyelengaran pemerintahan.
 
Penganut paham rasionalitas, obyektifitas akan melihat kita sebagai sparing patner, kontrol ekstra parlementer, eksekutif dll. Justru kita menulis sesuatu itu bisa jadi bahan untuk mendorong kerja yang lebih baik. Lebih baik kritik-kritik yang membangun daripada pembisik-pembisik seperti HARMOKO yang selalu bilang bapa sip (sip man) lalu menuntun Suharto ke jurang. Lebih baik teguran yang nyata daripada kasih yang tersembunyi.
 
Kelompok pembisik yang tidak cerdas, bodoh dan dangkal akan menjadikan tulisan kita, opini kita untuk menjadikan bahan biar bisa menjadi penting dihadapan pemimpin. Woii masrakat baca buku banyak, ikuti berita dan paham teori, metode birokrasi moderen yang namanya open government (pemerintahan terbuka) dimana elemen sipil masyarakat, NGO, Akademisi, Tokoh Adat memainkan peran sebagai sipil kontrol.
 
Orang yang berpikir produktif, berpikir besar dan maju akan melihat kritik sebagai bahan penting yang harus mereka respon agar bisa memenuhi kepuasan pelayanan publik. Sobat jangan jadi pembisik murahan, jangan jadi tukang pelapor dangkal, sebab anda tak ubahnya seperti pelacur yang kadang melacurkan diri bukan karena membutuhkan, atau cinta tetapi keadan yang memaksa mereka melacurkan diri.
 
Saya menulis ini agar siapapun kita yang saat-saat ini menjadikan diri penting pada lingkar kekuasaan Kota dan Kabupaten Sorong Raya, Bahkan Provinsi Papua Barat harus melihat bahkan keberadaan kita yang dekat dengan pemimpin sesunguhnya adalah peluang untuk menjadi penasihat (advisor) yang baik kepada pemimpin untuk mengambil kebijakan dan program yang tepat untuk kesejahteraan rakyat, bukan menjadi pelapor kepentingan golongan.
 
Jika anda tidak sepaham, bukalah ruang untuk berdebat, bukalah ruang diskusi, biarkan masing-masing orang mencoba menjelaskan argumentasinya, subyek dan obyeknya, mempertangung jawabkan argumentasi berdasarkan teori, data dan fakta. Dalam tradisi keilmuan yang ilmiah, tulisan harus di balas dengan tulisan, argumentasi ilmiah harus di jawab denganargumentasi ilmiah yang di dukung dengan fakta-fakta ilmiah.
 
Jadilah anak muda Papua secara khsus Sorong Raya yang cerdas, demokratis dan maju. A.R.K.