Lokasi TPA Sorong

Lokasi TPA Sorong Makbon yang di bangun dengan sistem Sanitary Landfill lengkap dengan Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna mengolah air buangan lindi yang bersumber dari tumpukan sampah.

Pace Lingkungan menyampaikan terima kasih kepada Satker Penyehatan Lingkungan Provinsi Papua Barat yang telah melaksanakan pembangunan Sanitary Landfill untuk menggantikan Sistem Open Dumping yang sedang berlangsung.

Untuk saat ini Kasatkernya adalah ade  tingkat pada STTL Yogyakarta sehingga koordinasi dan komunikasi lebih mantap dan lebih dari itu adalah sesama bis kota tidak boleh saling mendahului, hahahahaha

TPA ini sebagai salah satu indikator penilaian Adipura sesuai PERMEN LHK NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN ADIPURA dengan bobot penilaian terbesar.

Konsep Sanitary Landfill ini telah di atur dalam beberapa aturan, al:
1. UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
2. UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
3. UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.
4. PP Nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah
Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
5. Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 Tentang Kebijakan dan
Strategi NasionalPengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah
Sejenis Sampah Rumah Tangga.
6. Perda Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah Kota
Sorong.
7. Dan sejumlah PP, Permendagri, Permen LHK & Permen PUPR.

Beberapa hal yg perlu diperhatikan bersama dalam usulan program lanjutan dan mungkin menjadi saran tindaklanjut untuk diperjuangkan bersama melalui Intansi Teknis dan Kementerian Teknis dan terlebih lagi para Caleg baik untuk tingkat Kota, Provinsi dan Pusat adalah sebagai berikut:

1. Harus dibuatkan pagar beton tertutup setinggi 3 meter sepanjang jalur TPA yg sementara masih difungsikan sebagai open dumping.
Pagar yg direncanakan hanya mengikuti jalur jalan, mengingat
jalan yang ada merupakan jalan lintas kabupaten dan tidak
menutup kemungkinan utk dikembangkan menjadi jln nasional.
2. Membuat jembatan timbang untuk menimbang muatan track.
3. Membangun rumah jaga.
4. Setelah operasional sistem sanitary landfill maka maka sistem
open dumping ditutup dan ditimbun dengan tanah lalu dapat
dijadikan Ruang Terbuka Hijau, tempat santai dan pusat edukasi
dan penelitian terkait penanganan dan pengurangan sampah.
5. Dibuatkan beberapa papan larangan dan informasi lingkungan.
6. Melakukan reobisasi/penghijauan di sekitar lokasi sanitary landfill.
7. Membangun pusat incenerator untuk membakar limbah medis.
Semua limbah medis harus dibakar dalam incenerator dengan
demikian semua limbah medis dari rumah sakit dan puskesmas
yang ada di kota sorong dapat di tarik retribusi sesuai perda.
8. Dilarang untuk membuang limbah medis dilokasi sanitary landfill.
9. Pace lingkungan telah bekerja sama dengan para pemulung utk
dapat melapor kepada pace apabila ada limbah medis yang ikut
di buang di lokasi TPA.
10. Penyediaan air bersih dengan menghunakan sumber air bersih
dai sekitar lokasi yang ada untuk kebutuhan para pekerja,
pemulung, dan para tamu yang mengunjungi lokasi TPA.
11. Pelarangan penggunaan kantong plastik kresek yang dibagikan
Gratis disetiap toko, ritel, ruko dll. Kantong plastik kresek yang
dibagikan gratis adalah limbah bahan beracun dan berbahaya
dan kantong plastik kresek ini lebih banyak dan dominan di TPA.

Beberapa hal ini akan pace buatkan dalam bentuk telahan resmi. Untuk itu mohon saran perbaikan untuk tindak lanjut demi kemajuan penanganan sampah di lokasi TPA Sorong Makbon.

Kota masa depan dan berkelanjutan adalah
kota berwawasan lingkungan.

Salam Lestari Maju Kota Kotaku.