Ketergantungan Pangan OAP Terhadap Pangan Dari Luar Papua

Pedagang Lokal Mama-mama Ppaua

Pangan atau bahan makanan mungkin menurut segelintir kita bukan isu yang paling penting di Papua saat ini. Ketika kita berkunjung ke kampung-kampung di Papua kedaannya tidak berbeda jauh dengan kota-kota yang tergolong besar di Papua seperti Jayapura, Sorong, Manokwari, Biak, Serui, Wamena, Timika.

Warga-warga lokal perlahan bergantung kepada makanan-makanan dari luar seperti mie instan, bahan makanan instan lainnya. Tanpa disadari, system perdagangan yang berlangsung sudah menciptakan ketergantungan yang cukup akut.

Intinya kebutuhan rumah tangga, pangan dan Papan masyarakat Papua sudah tidak berdiri sendiri atau di usahakan oleh orang Papua sendiri. Sistem ekonomi dan kehidupan masyarakat lokal Papua sudah terintegrasi dengan system dari luar. Terdapat ketergantungan yang cukup kuat di kalangan OAP dengan daerah lain.

Pangan sangat penting, menentukan hidup matinya suatu komunitas, “jika seseorang menguasai pangan, maka dia sesungguhnya akan dapat menguasai siapa pun. Penguasa pangan bisa berbuat apa saja, bisa memberi keuntungan dan bisa juga memberikan kerugian pada orang lain” (Khudori, Politisasi Beras, 2008).

Jika ingin melihat ketergantungan itu, masyarakat bisa  berkunjung saja ke Pasar Centra Remu Sorong bagian belakang,  kita bisa jumpai sayur kol dan sawi kiriman dari luar sorong, ada bawang putih dan bawang merah yang di suplay dari Sulawesi ke sorong, bahkan jenis makanan lainya.

Atau kita bisa datang ke pelabuhan umum Kota Sorong  ketika kapal-kapal masuk dari Manado, Makasar, Surabaya dengan memuat sayur kool, wortel, kentan dan sayur-sayuran lalinnya. Itu menunjukan bahwa stok makanan untuk pasaran pangan dan warung-warung Se- Sorong Raya di suplai dari luar Sorong.

Menurut Soter Hae, Direktur Aka Uwon Tambraw Untuk menjamin kepastian pangan dan keamanan pangan, pertanian dan petani Sorong Raya harus lebih di dukung oleh pemerintah, baik fasilitas, akses modal dan peralatan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, dengan demikian dapat  mengatasi kebutuhan pangan yang masih bergantung dari daerah luar Sorong Raya. Pangan seperti beras nasi atau beras masih menjadi primadona dan belum tergantinkan. ***