Hutan Di Babat Alam Mengamuk

Jayapura 17 Mareth 2019 peristiwa banjir bandang mengakibatkan korban jiwa 50 orang, sementara korban luka berat dan ringan mencapai ratusan orang. Selain korban manusia, harta benda, rumah, mobil, motor dan lain sebagainya hilang lenyap di sapu banjir bandang.

Banjir bandang merupakan peristiwa alam yang terjadi secara tiba-tiba, tidak di ketahui kepastian waktu terjadinya. Namun di balik peristiwa alam ini, ada faktor penyebab manusia didalam peristiwa tersebut.

Agak berlebihan menyatakan ada unsur keterlibatan manusia di dalamnya, hujan berkepanjangan merupakan peristiwa alam, namun faktor pembabatan hutan dan kerusakan lingkungan tak lepas dari ulah dan perbuatan manusia yang ikut memperpuruk keadan ketika musim hujan.

Aktivitas masyarakat di sepanjang deretan kaki gunung Cycloop, Dafonsoro, bahkan pegunungan di sepanjang Kabupaten Jayapura hingga kota Jayapura merupakan faktor yang ikut memperburuk banjir ketika musim hujan turun.

Pengusuran pegununngan di sepanjang jalan sentani untuk kepentingan pembangunan jalan, perburuan bahan material batu, aktivitas perkebunan atau ladang berpindah-pindah yang merambah ke kawasan penyanga, kosevasi atau lindung  di pengunungan cyloop menyebabkan ekosistem lingkungan tergangu. Biasanya hujan turun, akan di serap ke dalam hutan, pepohonan dan rerumputan, lalu akan di alirkan pada alur ari menjadi rusak, terjadilah luapan air dan aliran yang tak teratur.

Ketika musim hujan, pohon-pohon, rumput, bahkan bebatuan ikut meluap tanpa arah sehingga terjadilah bencana alam yang mengorbankan masyarakat. Pada masa-masa mendatang perlu adanya ketegasan dari pemerintahan dalam mengawasi hutan di kawasan ini.

Perlu adaya kampanye yang masif kepada masyarakat agar tumbuh kesadarana untuk menjaga lingkungan dan hutan di kawasan tersebut. Bukan hanya bencana banjir tetapi juga kedepan bencana krisis air bersih bisa melanda penduduk Kota dan Kabupaten Jayapura. ***